Categories
Resep

Chili Rubbed Steak With Pasta Salad 2 Porsi

Bahan steak: 1/2 sendok teh cabai bubuk 1/2 sendok teh ketumbar 1 sendok teh minyak zaitun 300 gram daging steak 1/2 sendok teh garam 1/4 sendok teh merica bubuk

Bahan salad: 1/2 sendok teh cabai bubuk 1/2 sendok teh ketumbar bubuk 1 sendok teh mustard dijon 1 sendok makan minyak zaitun 1 sendok makan cuka anggur merah 50 gram selada, sobek-sobek 50 gram lobak, iris tipis 1/2 buah bawang bombay merah, iris panjang 75 gram pasta fusilli, rebus aldente

Cara membuat: 1. Pasta salad, aduk cabai bubuk, ketumbar, mustard, munyak zaitun, dan cuka. Aduk rata. Tambahkan pasta. Sisihkan. 2. Lumuri daging dengan minyak, bubuk cabai, garam, merica, dan ketumbar. 3. Panaskan wajan datar. Masak steak di atas api sedang 4 menit tiap sisi sampai kecokelatan. 4. Tata selada, lobak, dan bawang. Tambahkan pasta salad dan daging steak yang sudah diiris tipis di atasnya.

Categories
Resep

Menu Daging dengan Pasta ala Catering Sehat Jakarta

Stoica.id – Menu Daging dengan Pasta ala Catering Sehat Jakarta. Olahan daging tidak hanya cocok disajikan bersama nasi atau kentang. Olahan daging sangat fleksibel. Steak, misalnya tak hanya pantas disuguhkan bersama kentang goreng atau kentang pure. Sangat enak kalau Anda menyertakan pasta sebagai ganti kehadiran kentang.

Pasta bukan bahan makanan baru bagi kita. Seperti mi, kehadiran pasta sudah diterima masyarakat luas. Anak-anak, misalnya lebih memilih menyantap pasta ketimbang nasi. Untunglah pasta sangat luwes dipadu-padankan dengan berbagai bahan dan masakan sehingga pasta tak harus dihadirkan bersaus bolognaise atau carbonara saja.

Dua resep berikut ini memperlihatkan bahwa pasta cocok disuguhkan bersama hidangan apa saja. Steak salah satunya. Pasta dijadikan pengganti kentang goreng yang sangat sering menyertai steak. Resep yang lain mengajarkan kita cara olah pasta yang berbeda lagi. Pasta disuguhkan bersama tumisan daging dan sayuran. Nikmat sekali. Dari dua resep itu kita bisa melihat bahwa sajian dari pasta sama sekali tidak rumit.

Tidak harus didahului dengan pembuatan saus tomat yang langkah pembuatannya banyak dan butuh waktu yang panjang sekali. Tentu hematnya waktu masak tidak bisa dilepaskan dari pilihan daging. Ketika kita menggunakan daging sapi Australia, maka proses masak menjadi sangat cepat.

Tekstur daging yang lembut ini didapat dari cara memelihara sapi yang benar. Peternakan sapi yang betul-betul ditujukan untuk sapi potong. Olahan daging Austaralia yang pas disuguhkan bersama pasta tak hanya steak atau tumisan.

Masakan tradisional kita yang dibuat dari daging Australia juga enak bersanding dengan pasta. Coba saja masak daging dalam bumbu woku lantas sajikan bersama spageti atau fetucinni, pasti enak hasilnya. Dendeng balado yang dibuat dari daging Australia pun akan jadi toping pasta yang sangat spesial.

Anda bisa menyuguhkannya bersama salad sayuran berdressing cuka yang segar. Ketika sedang tak ingin membuat hidangan yang terlalu macam-macam, Anda bahkan bisa membuat tumisan pasta bersama daging Australia yang diiris tipis. Tambahan banyak paprika dan sayuran pasti akan disukai siapa saja. Ketika sedang kepingin berkreasi dan ingin membuat sesuatu yang kreatif, jadikan pasta untuk menggulung tumisan daging yang dipotong sejarisejari.

Gulungan pasta yang digoreng ini pasti akan jadi kudapan nikmat. Nah, masih banyak kreasi daging Australia bersanding pasta yang lain yang bisa Anda buat. Pasti menyenangkan dan mengasyikkan menciptakan makanan yang nikmat dengan kreasi kita sendiri.

Categories
Umum

Kolom Wirausaha Tentang Kepercayaan, Kecepatan, Keputusan, Keuntungan

Kolom Wirausaha Tentang Kepercayaan, Kecepatan, Keputusan, Keuntungan

Semakin gemuk perusahaan, semakin kompleks tangga kewenangannya. Sehingga bila permasalahan muncul dari level terbawah, akan semakin banyak waktu yang dibutuhkan untuk mengambil sebuah keputusan. Bayangkan. Bila level terendah dalam perusahaan menemui masalah cukup krusial bagi perusahaan, dan keputusan harus dilakukan oleh manajemen tertinggi. Contoh sederhana, ketika seorang sopir perusahaan mendapat teguran (di jalan) mengenai kurang layaknya kendaraan untuk pengantaran barang. Sehingga jika kendaraan tidak diganti, ia tidak lagi dapat mengirim barang.

Sumber : Jasa Seo Semarang

Tentu saja keputusan mengganti kendaraan tidak berada di tangan sopir. Bukan juga ada di tangan supervisor yang menjadi atasan langsung si sopir. Keputusan bisa saja berada di level general manager yang berada di atas supervisor itu. Bahkan mungkin berada di tangan jajaran direksi untuk kebijakan sebagian perusahaan. Kondisi di atas mengakibatkan tertundanya pengiriman produk tersebut ke perusahaan penerima. Keterlambatan pengiriman barang ini dapat menyebabkan permasalahan yang kompleks dan berantai.

Bukan hanya karena tak terkirimnya produk, tetapi terganggunya kelancaran supply produk ke perusahaan penerima yang dapat berakibat terputusnya kontrak kerja sama. Pada gilirannya, hal ini dapat berakibat pada performa keuangan perusahaan. Alhasil ujung-ujungnya berakhir pada masalah lebih besar. Keputusan Lamban Jika pada akhirnya laporan sampai juga ke meja direksi, yang bisa menentukan perlu diganti atau tidaknya kendara an operasional, belum tentu langsung menyetujui penggantian kendaraan. Tak jarang, sebelum memutuskan, direksi harus menyelidiki dahulu apa yang terjadi. Lantas penelitian dimulai dari jajaran di bawahnya dahulu, kemudian ke level bawahnya lagi, dan akhirnya baru sampai ke sopir.

Ketika hal ini yang dilakukan, dapat diperkirakan berapa banyak kerugian materil yang diderita oleh perusahaan tersebut karena pengambilan keputusan yang sangat panjang seperti ini. Dan ini adalah suatu masalah yang harus segera di atasi. Birokrasi panjang seperti ini bukan hanya menimbulkan kerugian materil, namun dapat menambah beban administrasi dan kehilangan banyak kesempatan berharga. Terlepas dari kebijakan perusahaan menerapkan “Struktur Keamanan” ketat dan kaku, kepercayaan antar jajaran sebetulnya dapat mengatasi permasalahan kelambatan seperti di atas. Masih dengan contoh cerita di atas.

Jika laporan sopir dan supervisor yang ditangani oleh jajaran manager langsung ditanggapi oleh direksi tanpa perlu banyak penyelidikan mendalam, tindak lanjutnya dapat segera ditangani. Satu hal yang sangat diperlukan di sini, yaitu tingkat kepercayaan harus terjalin di antara jajaran yang terlibat. Ketika apa yang dikatakan oleh sopir dan supervisor dapat dipercaya oleh jajaran manajer, dan diskusi tingkat manajer dengan direksi langsung direspon dengan menindaklanjuti laporan tersebut, birokrasi panjang dan lama, serta berakibat buruk tak akan terjadi. Inilah yang dikatakan ‘Speed Of Trust’ oleh Stephen MR Covey di dalam bukunya.