Categories
Umum

Kolom Wirausaha Tentang Kepercayaan, Kecepatan, Keputusan, Keuntungan

Kolom Wirausaha Tentang Kepercayaan, Kecepatan, Keputusan, Keuntungan

Semakin gemuk perusahaan, semakin kompleks tangga kewenangannya. Sehingga bila permasalahan muncul dari level terbawah, akan semakin banyak waktu yang dibutuhkan untuk mengambil sebuah keputusan. Bayangkan. Bila level terendah dalam perusahaan menemui masalah cukup krusial bagi perusahaan, dan keputusan harus dilakukan oleh manajemen tertinggi. Contoh sederhana, ketika seorang sopir perusahaan mendapat teguran (di jalan) mengenai kurang layaknya kendaraan untuk pengantaran barang. Sehingga jika kendaraan tidak diganti, ia tidak lagi dapat mengirim barang.

Sumber : Jasa Seo Semarang

Tentu saja keputusan mengganti kendaraan tidak berada di tangan sopir. Bukan juga ada di tangan supervisor yang menjadi atasan langsung si sopir. Keputusan bisa saja berada di level general manager yang berada di atas supervisor itu. Bahkan mungkin berada di tangan jajaran direksi untuk kebijakan sebagian perusahaan. Kondisi di atas mengakibatkan tertundanya pengiriman produk tersebut ke perusahaan penerima. Keterlambatan pengiriman barang ini dapat menyebabkan permasalahan yang kompleks dan berantai.

Bukan hanya karena tak terkirimnya produk, tetapi terganggunya kelancaran supply produk ke perusahaan penerima yang dapat berakibat terputusnya kontrak kerja sama. Pada gilirannya, hal ini dapat berakibat pada performa keuangan perusahaan. Alhasil ujung-ujungnya berakhir pada masalah lebih besar. Keputusan Lamban Jika pada akhirnya laporan sampai juga ke meja direksi, yang bisa menentukan perlu diganti atau tidaknya kendara an operasional, belum tentu langsung menyetujui penggantian kendaraan. Tak jarang, sebelum memutuskan, direksi harus menyelidiki dahulu apa yang terjadi. Lantas penelitian dimulai dari jajaran di bawahnya dahulu, kemudian ke level bawahnya lagi, dan akhirnya baru sampai ke sopir.

Ketika hal ini yang dilakukan, dapat diperkirakan berapa banyak kerugian materil yang diderita oleh perusahaan tersebut karena pengambilan keputusan yang sangat panjang seperti ini. Dan ini adalah suatu masalah yang harus segera di atasi. Birokrasi panjang seperti ini bukan hanya menimbulkan kerugian materil, namun dapat menambah beban administrasi dan kehilangan banyak kesempatan berharga. Terlepas dari kebijakan perusahaan menerapkan “Struktur Keamanan” ketat dan kaku, kepercayaan antar jajaran sebetulnya dapat mengatasi permasalahan kelambatan seperti di atas. Masih dengan contoh cerita di atas.

Jika laporan sopir dan supervisor yang ditangani oleh jajaran manager langsung ditanggapi oleh direksi tanpa perlu banyak penyelidikan mendalam, tindak lanjutnya dapat segera ditangani. Satu hal yang sangat diperlukan di sini, yaitu tingkat kepercayaan harus terjalin di antara jajaran yang terlibat. Ketika apa yang dikatakan oleh sopir dan supervisor dapat dipercaya oleh jajaran manajer, dan diskusi tingkat manajer dengan direksi langsung direspon dengan menindaklanjuti laporan tersebut, birokrasi panjang dan lama, serta berakibat buruk tak akan terjadi. Inilah yang dikatakan ‘Speed Of Trust’ oleh Stephen MR Covey di dalam bukunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *