Categories
Umum

Trending Topic – Dilema LG Derita Samsung

Trending Topic – Dilema LG Derita Samsung

Satria Ramadhan, masih muda, hobi memburu konser. Setahun bisa 10 kali nonton di dalam dan luar negeri. Momentum menonton hanyalah salah satu bagian dari kepuasan. Tetapi kepuasan yang jauh lebih besar yaitu bukti bahwa ia adalah saksi konser itu sendiri. “Setiap momen bisa langsung dikirim ke sahabat yang tidak bisa merasakan kegembiraan langsung,” ujarnya. Membawa kamera profesional di konser umumnya dilarang keras, kecuali fotografer. Penonton hanya boleh bawa ponsel. Sebagai penonton kebutuhan berfoto-foto itu diapresiasi langsung oleh Samsung, yang tempo hari merilis smartphone berlensa kamera optikal, Galaxy K zoom.

Sumber : Gigapurbalingga

Konsep ponsel dengan kamera menonjol bukan hal baru bagi produsen ini. Tercatat tiga seri sebelumnya, diawali oleh Galaxy Camera yang dianggap bukan smartphone pada dua tahun silam itu. Dari perilisan K zoom yang menarik adalah kesepadanan antara harga dan fitur. Samsung melepas dengan banderol Rp 5,5 juta. Dua tahun silam, Galaxy Camera datang dengan harga antara Rp 5,8 hingga 6 jutaan. Meski lebih berani lepas harga lebih murah, bukan berarti K zoom masuk kategori mid end. Lihat saja kameranya yang memiliki resolusi 20,7 MP, sekelas Sony Xperia Z2 yang kini masih di angka Rp 8,5 juta. Jika dibandingkan dengan “kakak”-nya, Galaxy S4 zoom rasanya juga lebih value for money.

S4 zoom sudah anjlok di angka Rp 4,8 – 5 jutaan. Tetapi hanya memakai kamera 8 MP yang bermodel optikal pula. Atau jika dibandingkan lebih jauh lagi, sama-sama memakai KitKat seperti Galaxy S5 yang menonjolkan kamera utama 16 MP, tapi Anda bisa nabung sebesar Rp 3,2 jutaan jika memilih K Zoom yang baru. LG vs Samsung Indikasi jurus banting harga sesungguhnya sudah terasa ketika LG Mobile tak mau memasang harga setara dengan smartphone premium untuk LG G3. Si idol yang mendongkrakkan pamor LG pada pertengahan tahun ini, menurut Adinda Nesvia, Product Marketing Manager LG Mobile Indonesia mendapat atensi tinggi. “Cowok dan cewek pada suka dengan yang warna gold,” imbuhnya.

Salah satu tolok ukurnya adalah diminati industri lain seperti perbankan sebagai hadiah bagi calon nasabah. Sementara LG sedang sibuk dengan LG G3, kini tengah kasakkusuk meramaikan tiga seri low end; L20, L30 dan L50. Ketiganya adalah seri-seri KitKat. Trik LG bisa dipelajari, yaitu mencoba memenuhi segala segmen. High end dengan seri G, mid end melalui seri L, dan terbaru yang justru dulu tidak pernah didekati LG adalah kelas low end yang disodori oleh juga pasukan L. Kabarnya, bahkan akan “menghabisi” pemain-pemain di lapis Rp 1 juta ke bawah. Samsung belum ada indikasi main-main di segmen ini. Walaupun seri-seri seperti Galaxy Y sudah berada di angka Rp 850 ribuan.

Tetapi seri ini sudah tergolong uzur, meski masih ada peluang di kotakota luar Jakarta atau pengguna pemula. Sementara seri Galaxy Young belum sampai menyentuh angka Rp 1 juta. “Kita kirim ke Medan, Surabaya, juga Kalimantan sama Sulawesi,” ujar Anton, pemilik salah satu gerai di Roxy Mas, menanggapi permintaan seri low end-nya Galaxy di daerah. Pedagang berani membeli seken dengan harga sekitar Rp 400 – 500 ribuan untuk seri Galaxy Y. Tak ketinggalan Galaxy Star yang hadir dalam dua varian. Seri yang muncul dengan kamera 2 MP ini meramaikan bursa di bawah satu jutaan. Samsung tidak menentukan harga sampai pada angka di bawah cetiau. Jika kemudian turun, adalah akibat usia produk di pasar yang semakin lama semakin lebih murah. Keberanian Samsung sangat ditunggu, terutama saat merilis seri baru seperti Galaxy Star 2 maupun Galaxy Young 2. Tetapi LG sudah mendahului dengan merilis L20 dan L30.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *